Archive for January, 2009

Kharisma Bunga MAwar

Sunday, January 25th, 2009

Bunga mawar,,,hemmm setiap orag pasti tau dan jutaan orang di belahan bumi ini juga sangat memuja bunga yang satu ini, yaa termasuk saya juga siech nanamuanizz….kenapa ya bunga mawar ini mempunyai daya magis dari dolo sampe sekarang??????

dari buku yang Q baca tentang kisah Yunani kuno, sampe Q jga cari”lwat internet kayak gini Dalam mitologi Yunani Kuno, diceritakan bahwa dahulu kala mawar sengaja tercipta untuk Dewi Cinta dan Kecantikan: Aphrodite (atau Venus dalam mitologi Romawi).

Aphrodite harus menelan pil pahit karena kekasih tercintanya Adonis tewas dalam pertempuran melawan musuh Konon, sebelum tubuhnya roboh, darah  Adonis menetes ke tanah, dan bercak-bercak darah itulah yang kemudian menjelma menjadi perdu berduri dengan kuntum-kuntum bunga yang harum mewangi, yaitu bunga mawar…hikz romantis perjuangan dan cinta yang dasyat yaa??? Venus memetiknya, menyematkannya di dada dan menjadikan mawar merah itu sebagai bunga kesayangan: lambang cinta dan keindahan.

Banyak sekali kisah dan para tokoh yang mengagungkan kharisma mawar ini

Di Indonesia Raya yang tercinta ini, kita mengenal adanya “kembang setaman”, yang terdiri dari tujuh macam kembang, dimana mawar jadi salah satu syarat.

Dalam adat Jawa, mawar menjadi bunga yang sangat penting, dari upacara siraman dalam malam widodaren, sampai memandikan keris di malam 1 Suro pun, mawar selalu dipergunakan.

Ratu Singosari, si cantik Ken Dedes pun, dipercaya suka mandi dengan air mawar sehingga tubuhnya menjadi harum memikat. Inilah yang kemudian menjadi tradisi di keraton bagi putri-putri untuk mandi air mawar.

Julius Caesar (100 SM- 44 SM) jenderal pasukan Romawi (dan juga merupakan salah satu tokoh dalam Triumvirat I bersama Pompeius dan Crassus) jatuh cinta pada Cleopatra bukan cuma karena ratu Mesir itu cantik jelita, tapi juga karena aroma tubuhnya yang wangi dan “membius” penginderaan. Ternyata, harum itu karena Cleopatra selalu mandi berendam air mawar. Bahkan minuman kehormatan yang disodorkan Cleopatra kepada Caesar saat pertama kali bertemu, juga minuman segar yang dibuat dari sari bunga mawar.

Cleopatra juga tercatat punya hubungan khusus dengan Antonius (salah satu tokoh Triumvirat II bersama Lepidus dan Oktavianus). Konon, ketika memutuskan untuk merayu panglima perang Romawi itu, lagi-lagi Cleopatra menggunakan pesona mawar. Ia menyambut kedatangan Antonius di kamarnya yang bertabur mawar merah.

Shakespeare (1564-1616), juga kerap menyelipkan sang mawar dalam sonata dan puisi untuk mengungkapkan segala sesuatu yang indah. Shakespeare, menjadikan mawar sebagai lambang keperkasaan dalam karya puisi, syair dan sonetanya.

Lady Di, saat melahirkan putra mahkota Pangeran William, secara spontan masyarakat Inggris mengirim karangan bunga mawar sebagai ucapan suka cita. Dan ketika mantan istri Pangeran Charles itu wafat mendadak karena kecelakaan mobil, ribuan orang menangis karena berduka. Rasa sedih itu pun mereka ungkapkan dengan meletakkan kuntum-kuntum mawar di tepi jalan tempat Putri Diana tewas dan di depan puri tempat tinggalnya. Saking cintanya rakyat Inggris pada Diana, wanita cantik itu pun kemudian diberi gelar “ Mawar Inggris”.

Penyanyi Elton John yang juga sahabat karibnya, membuat kalimat perpisahan abadi lewat sebuah lagu. Di gereja, dengan penuh duka dan cinta ia memainkan piano sambil menyanyi, “Goodbye England rose …”.

Hikz…….ini tragis bgt Q bisa melihat jelas wajah Lady Dy waktu dya meninggal itu dan sepanjang jalan menuju makamnya banyak warga yang menaburkan bunga hingga mobilnya penuh dengan bunga…Aku isa nangis melihat Ratu Inggris yang cantik dan muda ini meninggal padahal wktu itu usiaku juga mash kecil klo gag salah mah masih kecil kan meninggalnya Lady Dy pada tahun 1997…makana dlm album Fs saya ada foto mendiang LAdy Dy dgn senyum yg khas…lembut…keibuan..jiwa sosialisnya yang tinggi, yang paling membuat saya mengagumi Lady adl ketika dya menggendong anak jalanan serta membaur bersama masyarakat bawah sangat terpancar jelas dlam sorot matanya keinginantuk membuat semua anak2 itu mendapatkan pendidikan, kasih sayang dan tentunya tempat yang layak pula…( Adeuch maaf malh curhat ya gag papa yach !!!!!)

Dari zaman dahulu kala hingga di zaman modern ini, ada begitu banyak ksah dan syair cinta yang di ungkapkan dengan menggunakan mawar sebagai lambang. Mawar masih tetap dipuja-puja karena kecantikannya. Mawar memang pantas dijuluki “Sang Primadona”

“Love is like a lovely rose, the world’s delight”.

Yaa begitulah Mawar menjadi ungkapan tuk setiap makna hati…..

Seperti hatiku yang tlah menerima sekuntum mawar pada sore hari 2004 yang lalu, dan sampai kini masih jelas dalam ingatanku….

Aku-Sakit mengingat dirimu

Saturday, January 24th, 2009

Bila menatap matamu
Sadarku bahwa engkau bukan milikku
Aku sakit
Bila ku mengagumimu
Sadarku kau tak pernah mengagumi ku
Bangunkan aku dari tidur panjangku
Sadarkan aku dari mimpi tentangmu
Ku salah bila ku berharap padamu
Salah ku paksa kau tuk mengagumi ku
Kau tak tau perasaan ku
Dan ku tak mau kau tau
Aku sakit
Jika kau tau hatiku
Karna diriku tak berarti bagimu
Aku sakit
Bilakah kau sembuhkan aku
Tak mungkin, tak mungkin sungguh tidak mungkin

Smua in hanya hayal….mimpi

Q merindukan dirimu..*_*

Saturday, January 24th, 2009

Waktu ini terasa cepat berjalan dan tak terasa sudah berapa hari, minggu,bulan, tahun atau sudah berapa abadkah dirimu tak menemaniku dalam menyusuri langkah hidup ini, ingatkah saat kau datang pertama kali mengetuk jendela hatiku dgn makna terdalam, tawamu pemikiran” tuk ke masa depan….seiring waktu yang berjalan pula jalan yg tertempuh tak slamanya mulus dan indah penuh batuan dan berliku
Ingatkah saat aku letih dgn semua ini???kau berbicara dgn nada yg sedikit meninggi???Lalu Q diamkan kau tuk berapa kurun waktu, walau rasa hati ini Q sangat rindu pada dirimu namun cukup Q tahan dgn lamun Q tentang dirimu
Saat kau plang dan berkata kau rindu keluarga dan tanah lahirmu, kita akan bersama..namun saat Q tengah dilanda gundah dan gelisah tak sedikit pun kau toleh, kau salahkan Q krn Q krang perhatian..Q terdiam dan kita tak menyatu tuk berapa saat..
Saat kau tlah pergi lagi tuk arungi dunia yg luas dan gdn sgla keindahan kau kembali hadir dan dgn tawa dan harapn yg seperti dlo kau meminta Q tuk slalu bersama dirimu..
Saat ini Q tau kau inginkan tak hnya diriku, disana jua kau berusaha cari dirinya, Q tau dan Q rela
Semenjak dulu Q sudah terima perlakuan dirimu
namun entah kenapa Q masih bisa rindu padamu
Q sayang kamu
Wlopun kau berada nun disana dgn sgla hiruk pikuk kesibukan dan dirinya
Saat ini rinduku membuncah,,,,Q tak menangis tapi Q resah

Chicken Soup for the Couple ( Mistery Cincin KAwin )

Saturday, January 24th, 2009

Tahun 1944, Lorraine Johnson adalah seorang ibu rumah tangga muda yang baru menikah yang hidup di kota kecil Driftwood di Pennsylvania, Amerika Serikat. Suaminya, Charles Johnson adalah seorang pilot pesawat pembom dari Angkatan Udara Amerika Serikat yang tengah bertugas di Eropa dalam usaha pasukan Sekutu merebut kembali negara-negara di Eropa yang tengah diduduki Nazi Jerman pada saat itu. Mereka belum dikaruniai seorang anak. Namun Lorraine sangat akrab dengan lingkungan sekitarnya termasuk semua tetangga-tetangganya. Lorraine sangat mengenal mereka satu persatu. Di lingkungan Lorraine tinggal, terdapat sebuah gereja di mana Lorraine sangat aktif mengikuti kegiatan-kegiatan di gereja tersebut terutama setelah sang suami berangkat ke Eropa untuk berperang. Di gereja itulah biasanya juga orang mendengar mengenai berita-berita perang di garis depan, selain itu gereja itu juga sebagai tempat bersosialisasi para jemaahnya, karena itulah Lorraine sangat mengenal jemaah-jemaah gereja tersebut yang kebanyakan tentu adalah tetangga-tetangganya dan juga pendeta Paul Reeves, pendeta di gereja itu.
Suatu malam, atau tepatnya pagi dini hari, sekitar pukul 2, Lorraine terbangun dari tidurnya, ia mendengar lonceng gereja dibunyikan. Ia sedikit terkejut karena itu bertanda bahwa jemaah diajak berkumpul di gereja tersebut. Iapun sangat was-was karena tidak biasanya pendeta Reeves mengumpulkan jemaahnya di pagi buta seperti ini. Mungkin ada berita sangat penting yang harus disampaikan sehingga harus mengumpulkan jemaah sepagi ini, begitu fikir Lorraine dengan hati cemas. Lalu dengan berpakaian secukupnya Lorraine segera bergegas menuju gereja itu. Setelah sampai di gereja itu, Lorraine melihat gereja telah dipenuhi oleh jemaah, namun ia sangat heran karena tidak ada satupun jemaah yang ia kenal dan pula pendeta yang berbicara di atas mimbar juga bukan pendeta Paul Reeves yang ia kenal. Namun Lorraine berusaha untuk tetap tenang dan tidak banyak bertanya lalu ia mulai mendengar pendeta ‘asing’ tersebut berbicara di atas mimbar. Namun tiba-tiba pendeta tersebut berkata “Mari kita kumpulkan dana, untuk gereja kita dan juga bagi mereka-mereka yang tengah berperang demi keadilan di seberang lautan sana!” begitu himbau sang pendeta. Lalu seseorang dengan nampan kecil mulai mendatangi satu-persatu jemaah untuk dimintai sumbangannya didampingi oleh sang pendeta. Ketika sampai pada giliran Lorraine, ia baru sadar bahwa ia tak membawa uang sesenpun.
“Maaf pak pendeta tapi saya benar-benar lupa membawa uang” begitu ucap Lorraine.
“Tapi, anda sebaiknya menyumbang karena ini penting buat keadilan dan memenangkan perang” begitu ujar sang pendeta membalas ucapan Lorraine.
“Kalau begitu pak pendeta, izinkanlah saya pulang dulu sebentar untuk mengambil uang” begitu pinta Lorraine selanjutnya.
“Tak perlu, nyonya! Anda mempunyai cincin kawin di jari manis anda! Relakanlah itu! Tuhan akan memberkatimu Nyonya!” Begitu pinta sang pendeta.
“Tapi pak pendeta! Ini cincin kawin saya dan suami saya! Saya mohon, izinkanlah saya pulang untuk mengambil uang” begitu pinta Lorraine sekali lagi.
“Tak perlu! Ayo relakan!” Begitu pinta sang pendeta sekali lagi dengan sangat memaksa. Dan tiba-tiba seluruh jemaah yang ada di gereja itu serentak mengatakan “Relakan! Relakan! Relakan!” dalam bentuk sebuah koor. Karena malu, takut dan bingung dengan berat hati Lorraine mencabut cincin kawinnya dari jari manisnya untuk diserahkan kepada orang yang membawa nampan tersebut. “Terima kasih!” begitu kata sang pendeta dengan nada datar. Karena sedih Lorraine segera menutup muka dengan kedua tangannya. Namun tiba-tiba ada seseorang yang menepuk bahunya sambil berkata:
“Lorraine!” begitu sapanya dengan ramah. Suara itu sangat ia kenal.
“Pendeta Reeves!” Lorraine membalas sapaan itu dengan hati lega.
“Sedang apa kamu di sini pagi-pagi begini Lorraine?” begitu tanya pendeta Reeves keheranan.
“Saya sedang menghadiri pertemuan di gereja ini, bukankah begitu?” jawab Lorraine.
“Pertemuan apa?????” tanya pendeta Reeves penuh keheranan.
Lorraine tiba-tiba tersadar bahwa ruangan gereja tempat ia berada ternyata kosong dan gelap.
“Sudahlah Lorraine! Ayo pulang! Mungkin anda terlalu lelah dan tertidur di gereja dan bermimpi. Atau bisa jadi anda berjalan sambil tidur!” begitu balas pendeta Reeves sambil tersenyum dan setengah bercanda.
“Tapi pendeta Reeves, pertemuan tadi sangat nyata!” dan tiba-tiba Lorraine tersadar bahwa cincin kawinnya telah hilang dari jari manisnya.
“Pendeta Reeves, tadi saya menyerahkan cincin saya sebagai sumbangan dan kini cincin kawin saya benar-benar hilang, bagaimana ini bisa terjadi? Pertemuan tadi jelas-jelas nyata” sanggah Lorraine.
“Sudahlah Lorraine! Mungkin anda melepas cincin kawin anda dan anda lupa meletakannya di suatu tempat di rumah. Sudahlah, mari saya antar pulang! Kalau kamu mau bicara kita lanjutkan esok hari” begitu kata pendeta Reeves dengan ramah. Karena merasa agak malu dan tidak ingin mengganggu pendeta Reeves lagi, maka Lorraine segera memenuhi permintaan pendeta Reeves untuk pulang ke rumah.
Pukul 7 pagi, ketika Lorraine hendak membuat sarapan untuk dirinya, tiba-tiba bel pintu rumahnya berbunyi. Lorraine segera bergegas membukakan pintu. Ternyata dua orang dari Angkatan Udara membawa sebuah surat.
“Maaf nyonya! Kami harus mengantarkan berita duka ini!” Begitu kata salah satu di antaranya sambil membuka topi militernya sebagai tanda penghormatan. Mendengar hal itu tiba-tiba Lorraine menjadi sangat lemas, namun ia masih berusaha untuk membaca surat resmi dari Angkatan Udara tersebut. Di situ dijelaskan bahwa Charles Johnson, suami Lorraine tewas seketika karena pesawat bombernya ditembak hancur di udara oleh meriam anti serangan udara Jerman di atas daerah Fougères di Perancis. Pesawat tersebut tepat tertembak pada saat Lorraine melepaskan cincin kawinnya pada saat di gereja malam itu.

When I know You

Monday, January 19th, 2009

When I first SawU

I Was Afraid to meet U

When I first Meet U

I Was Afraid to Kiss U

when I first Kissed u

I Was Afraid to Love You

But now that I love U

I Was Afraid to lose U